SERBA-SERBI TANBIHUNAN EDISI DESEMBER 2022 || AULA KELURAHAN KALIBAROS || METAMORFOSHA
* KAHIDAH 2* *PROPORSIONAL* ΩَΨ±ْΨͺَΩْΩَΨ§ Ψ§َΨ±ْΨͺَ ΩΩِΩْ Ψ¨َΨ§ΩُΩْ Ψ§ِΩْΩُΩْ Ω ُΩْΩَΨΉَΨ©ْ ΩَΩِΩْΩَΨ§ ΩَΨ¨ΩΨ±َΨ§Ωْ ΩَΨͺْΨ±َΩَΩْ Ψ―ِΨَΨ§Ψ¬َΨ©ْ _∼ telah jelas...
Media Informasi Kegiatan dan berbagai hal tentang Pimpinan Daerah Angkatan Muda Rifa'iyah dan Jama'ah Rifa'iyah Kota Pekalongan
Media Informasi Kegiatan dan berbagai hal tentang Pimpinan Daerah Angkatan Muda Rifa'iyah dan Jama'ah Rifa'iyah Kota Pekalongan
Media Informasi Kegiatan dan berbagai hal tentang Pimpinan Daerah Angkatan Muda Rifa'iyah dan Jama'ah Rifa'iyah Kota Pekalongan
SERBA-SERBI TANBIHUNAN EDISI DESEMBER 2022 || AULA KELURAHAN KALIBAROS || METAMORFOSHA
*RESUME TANBIHUNAN EDISI DESEMBER || METAMORFOSHE*
[Mukadimah Forum Diskusi Tanbihunan Omah Tanbihun Edisi Desember 2022]
ππΌππ½πππππΌπ ππππππΌπ πππππΌπ ππΌπππππΌ
Batik Rifa’iyah….. Karya tua asing di telinga begitulah candaan penulis. Kalimat tersebut muncul Ketika penulis mengupload Kembali tulisan tentang Batik Rifa’iyah yang berjudul *Form Art to Religious Symbols* karya Rifa’iyah Media di salah satu group Forum Bisnis Alumni Gontor.
Kita mulai darimana ya? Ok Close Your Door eh salah.. Open Your Mind
Batik Rifa’iyah, tentunya pembaca sudah tau to apa
Lebih dari itu, batik ternyata juga menjadi media dakwah bagi para ulama di Indonesia. Perkembangan batik yang banyak terjadi di daerah santri membuat pengaruh Islam turut mewarnai perkembangan batik. Tak mengherankan jika batik merupakan media perjuangan sekaligus menjadi media dakwah.
Batik Rifa’iyah, begitu kain itu disebut, ialah salah satu motif yang menjadi kekhasan dari komunitas Rifa’iyah. Sebutan Rifa’iyah diambil dari seorang tokoh agama bernama KH Ahmad Rifai.
Dari sini boleh dong penulis memberanikan diri dan minta izin bahwa Batik Rifa’iyah adalah seni membatik yang terlahir dari rahim santri. Sebagaimana jiwa santri yaitu kemandirian (Berdikari) bukan kekayaan atau kerakusan ekonomi, dan warga Rifa’iyah sudah mengamalkannya melalui karya Batik Rifa’iyahnya.
Dalam masyarakat Rifa’iyah wanita yang mulia dari sisi ekonomi adalah yang membantu nafkah suami dari rumahnya sendiri. Dan sangat jarang ditemui pada masyarakat Rifa’iyah wanita yang bekerja diluar rumah (bekerja ikut orang lain). Sebagaimana tertulis didalam kitab Adabut Tolab karya KH Ahmad Rifa’i
*Wong laki rabi berayan ngupoyone*
*Ing sandang pangan berayan kangelane*
*Namung ing wong wadon dudu mestine*
*Wong lanang ngidzinaken kasab nyatane*
Seluruh rumah tangga harus berjuang bersama dalam mencukupi kebutuhanya , namun dalam masalah bekerja, tidak sepatutnya suami memberikan izin bekerja (diluar rumah) pada istrinya.
Mungkin hal semacam ini yang menjadi latar belakang terbentuknya Batik Rifa’iyah sehingga istri bisa membantu nafkah suami tanpa harus keluar rumah dan menjadi pekerja untuk orang lain. Tanpa tersadari oleh masyarakat Rifa’iyah sendiri ternyata kebudayaan semacam ini bisa menjadi solusi yang mana akhir2 ini marak kasus perceraian di Indonesia, dan salah satu penyebabnya dikarenakan wanita bekerja di luar rumah.
Sebenarnya masih banyak yang perlu diulas seperti limbah obat batik yang mencemari sungai, Batik Rifa’iyah juga menjadi solusi. Tetapi karena saya rasa tulisan sudah terlalu panjang, maka kami sudahi cukup sampai sini dulu.
*TETAP BERKARYA DAN JANGAN LUPA KITA SEMUA KHOLIFAH FIL ARDHI*
AMS, Pekalongan 12-10-2022
Mbah Rifa'i, sama halnya Mbah Hasyim dan Mbah Dahlan, merupakan pejuang bangsa dan agama. Bara dan api perjuangan yang pernah dihidupkan ketiga tokoh tersebut tak boleh padam. Dalam hal ini, peran pemuda sebagai tangga estafet perjuangan sangat berpengaruh bagi maju-mundurnya bangsa dan agama.
PENGANTAR MAULID AKBAR & DO'A BERSAMA MENGENANG 3 TOKOH BANGSA
Premium Wordpress Themes, Wholesale Jewelry And Template Blogger