Selasa, 15 Februari 2022

PENGHAMBAAN KEPADA PENGUASA ZALIM

FILSAFAT HIDUP KH AHMAD RIFA'I 

Penghambaan Kepada Penguasa Zalim



Alim fasik kumawula maring zalim Singgih

iku banget luput wiwitane pinilih

Wedine lan asihe ing Allah kalindhih

ora eling dosa luwih gedhe pinanggih


Alim fasik menghamba kepada penguasa zalim

sangat salah permulaannya yang dipilih

Takut dan cintanya kepada Allah tertindih

tidak sadar berjumpa dosa yang lebih besar

Kitab Tarekat, KH Ahmad Rifa'i 


#KHAhmadRifai

#Filsafat

#FilsafatHidupKHAhmadRifai

#GenerasiRabbany

#KHAhmadRifaiKalisalak

#KHAhmadRifaiPahlawanNasional

#IlmuPemimpinAmal

#Alimfasikmenghambakepadapenguasa

ILMU PEMIMPIN AMAL PERBUATAN

FILSAFAT HIDUP KH AHMAD RIFA'I 

Ilmu Pemimpin Amal Perbuatan



Utawi ilmu iku pengarepe amal lakune

lan amal iku kang anut ing ilmune

Aja nyimpang tinggal saking ilmu panutane

lamun nyimpang maka neraka bakal tumibane


Ilmu itu pemimpinnya amal perbuatan

sedangkan amal itu yang mengikuti ilmu

Jangan menyimpang dari tuntunan ilmu

jika menyimpang maka akan jatuh di neraka

Kitab Tarekat, KH Ahmad Rifa'i 


#KHAhmadRifai

#Filsafat

#FilsafatHidupKHAhmadRifai

#GenerasiRabbany

#KHAhmadRifaiKalisalak

#KHAhmadRifaiPahlawanNasional

#IlmuPemimpinAmal

PERMULAAN YANG BENAR

FILSAFAT HIDUP KH AHMAD RIFA'I 

Permulaan Yang Benar



Wajib mukallaf amreha bener wiwitane

Laku ibadat maring Allah ati nejane

Lobaha teka ing Allah bener karidane

Aja pisan nyimpang saking dalan wiwitane


Wajib bagi mukallaf berusaha Benar di permulaan

beribadah tujuan hati kepada Allah

Berharap sampai kepada Allah benar mendapat ridha-Nya

jangan sekalipun menyimpang dari jalan permulaanya

Kitab Tarekat, KH Ahmad Rifa'i 


#KHAhmadRifai

#Filsafat

#FilsafatHidupKHAhmadRifai

#GenerasiRabbany

#KHAhmadRifaiKalisalak

#KHAhmadRifaiPahlawanNasional

Sabtu, 12 Februari 2022

Filsafat Hidup 1 KH Ahmad Rifa'i

Filsafat Hidup KH Ahmad Rifa'i



Maleh tarekat kang bener maring Allah

yaiku nindaaken akon becik ing ala nyegah


Sakuasane prentah ridane Allah kang diarah

ngedohi saking periyayi kang padha fitnah


Kutipan diatas memperlihatkan bahwa tarekat yang benar menuju Allah, disamping memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, adalah menjauhi kaum priyayi.

Kutipan tersebut menegaskan bahwa tarekat adalah niat berusaha menuju Allah dan mengikuti ilmu Allah yang benar serta menghindari keinginan kaum priyayi.

Kutipan diatas juga menjelaskan bahwa kaum priyayi merupakan pihak yang harus dijauhi oleh orang yang menjalani tarekat.


#wartapdamrikotapekalongan

#filsafathidupkhahmadrifai

#Rifaiyah

#angkatanmudarifaiyah

#baranusa

#khahmadrifaikalisalak

#umri

#rifaiyahbentengumat

#khahmadrifaipahlawannasional

Rabu, 17 November 2021

MUHAMMADIYAH DAN RIFA'IYAH


Muhammadiyah dan Rifa'iyah


Sudah seabad lebih Muhammadiyah eksis di Nusantara, tepatnya hari ini milad yang ke 109 tahun. Sebagai ormas Islam yang besar, Muhammadiyah tak sombong akan kebesarannya. Ia selalu membantu ormas-ormas lain, Rifa'iyah misalnya.


Dalam catatan sejarah tahun 1968, sebanyak 29 ormas Islam di Pekalongan menyelenggarakan acara di pendopo kabupaten Pekalongan untuk ishlah. Akan tetapi kenyataan pada waktu itu, justru membahas rencana pembekuan terhadap ormas Rifa'iyah. Hanya Muhammadiyah lah satu satunya ormas yang berani mendukung Rifa'iyah (diambil dari catatan KH. Ahmad Syadlirin).


Banyak tokoh-tokoh Muhammadiyah yang berperan dalam membela Rifa'iyah hingga pengangkatan KH. Ahmad Rifa'i sebagai pahlawan Nasional, diantaranya adalah Prof. Dawam Rahardjo, Prof. Kuntowijoyo, Dr. Adabi Darban, Dr. Imam munajat dll, Bahkan mereka menulis berbagai buku yang menjelaskan tentang KH. Ahmad Rifa'i.


Hubungan baik antar Muhammadiyah dan Rifa'iyah sudah terjalin sejak lama. Pada tahun 1968 Rifa’iyah mengadakan Muktamar ke II di Pekalongan. Kokam dan Tapak Suci bertugas menjaga keamanan. Demikian juga pada tahun 1968 ketika Rifa’iyah menyelenggarakan Pelantikan Pengurus Rifa’iyah Kabupaten Pekalongan di Gedung Pekalongan.

Ketika Muhammadiyah mengadakan Muktamar dan Bazar di Alun-Alun Kraton Yogyakarta tahun 1990, Rifa’iyah tampil di Stan Muhammadiyah. 


Dalam sanad keilmuan, ada titik temu antara KH. Ahmad Dahlan dan KH. Ahmad Rifa'i. KH. Ahmad Dahlan pernah menimba ilmu kepada KH. Sholeh darat Semarang. KH. Sholeh darat pernah nyantri kepada KH. Ahmad Tubo Purwosari Kendal selama 4 bulan dengan mendalami beberapa kitab karya KH. Ahmad Rifa'i yang merupakan guru dari KH. Ahmad Tubo.


Selamat milad Muhammadiyah, semoga senantiasa menebarkan kebaikan.

Pekalongan, 18 November 2021.

Muhammad Nawa Syarif


 

Selasa, 09 November 2021

PAHLAWANKU INSPIRASIKU

 



PAHLAWANKU INSPIRASIKU


KH. Ahmad Rifa'i, satu dari deretan pahlawan Nasional yang saya anggap cocok dijadikan inspirasi dalam segala hal. Mengarungi samudra keilmuan sejak umur tujuh tahun hingga usia yang pantas memiliki cucu. Bukan hanya ulama' Nusantara Ia belajar, petualangannya hingga tanah Hijaz dan negeri Piramida.


Namun saya sadar, belum bisa meneladani seperti halnya Ia mengarungi keilmuan. Rasanya malas ketika disuruh belajar dan mengaji. Semangat memegang HP mengalahkan rasa semangat membuka mahakarya ulama'. Semangat nongkrong unfaidah mengalahkan nongkrong di majlis Ilmi.


KH. Ahmad Rifa'i sebagai inspirasi, sejak usia remaja hingga diakhir hayatnya tak lepas dengan menebar kebaikan, ruh ad-da'wah ilallah menyatu dalam sanubarinya. Walau berbagai rintangan menghalangi dicekal dan dipenjarakan beberapa kali tak mengurangi rasa semangat dalam amar makruf dan nahi mungkar.


Namun saya sadar, belum bisa meneladani seperti halnya Ia semangat dalam berdakwah amar ma'ruf nahi mungkar. Sifat toma' masih mengharap berapa honor yang diterima, melekat dalam sanubari, keikhlasan dalam dakwah perlu dipertanyakan karena masih ada embel-embel timbal balik. 


KH. Ahmad Rifa'i sebagai inspirasi, adalah satu satunya ulama' Nusantara yang produktif menulis kitab berbentuk nadzam bertuliskan Arab Pegon dengan sekala banyak dan belum ada yang menandingi hingga detik ini, begitu kata Profesor kuntowijoyo. Ushuluddin, Fiqih, Tasawuf, Tajwid, Falak, Warits hingga cara talqin mayit Ia tulis. Tujuannya tak lain agar seseorang dalam beribadah dan melakukan aktifitas apapun didasari dengan keilmuan yang sesuai haluan ahlussunah wal Jama'ah.


Namun saya sadar, jangankan menyempatkan waktu membaca karya-karyanya, memiliki sepuluh judul kitab aja hingga sekarang belum terpenuhi. Lebih baik membeli rokok ataupun HP keluaran terbaru menjadi cita-cita dari pada memiliki karya KH. Ahmad Rifa'i.


Pahlawanku inspirasiku.

Pekalongan, 10 November 2021.

Muhammad Nawa Syarif


#pahlawannasional

#khahmadrifai

#rifaiyah

#amri

#angkatanmudarifaiyahkotapekalongan

#wartaamrikotapekalongan

#pdamrikotapekalongan

#10november

Jumat, 08 Oktober 2021

TEMBANG

 KAHIDAH 14


*TEMBANG*


تَنْبِيْهٌ تمْبَعْ جَوِ للَا كُونْ رَغَبَنْ    كِنَوَىْ عَعْكَةْ اِعْ عِلْمُ شَرَعْ كَلُوْهُوْرَنْ

عُرِيفْ اُرِيفْ اِعْ اَكَمَانَىْ نَبِىْ اُتُوْسَنْ    اِيْكُوْ دَادِىْ حَاصِلْ فَعَوَرُهِىْ كَجُوْكُوْفَانْ 

يَتَا مَنْفَعَةْ للَاكُونْ جَاوِىْ تمْبَاعْ     نُولُوْعِيْ اِعْ طَاعَةْ مَارِعْ الله كَوِيْلَاعْ


_”Perlu diketahui, bahwa tembang Jawa dianggap perlu untuk mengangkat martabat ilmu syariat”_


_”Melestarikan agama Nabi dan Rasul, sehingga cukup membawa hasil untuk memberi penerangan”_


_”Nyata bermanfaat tembang Jawa, termasuk sebagai instrumen penolong untuk taat kepada Allah”_ (Tanbih KH. Ahmad Rifa’i)


Tembang dalam Wikepedia diartikan sebagai kumpulan sajak/lirik yang berirama dan bernada. Kitab KH. Ahmad Rifa’I sebagian besar merupakan syair yang sangat indah apabila didendangkan layaknya tembang. Masyarakat Rifa’iyah sangat akrab dengan tradisi tembang, lagu. Dalam setiap jelang shalat berjamaah, mengawali majlis ta’lim di mushola dan masjid, biasa kita dengar lantunan syiiran, pujian, sebagai _pepiling_ bagi pendengarnya.  Lirik tembang bisa berupa nasihat, _pepiling_ memuji kepada Allah dan Rasulullah, juga bisa bermuatan ilmu.


Kata-kata nasihat baik _(mauidhah hasanah)_ yang disampaikan dengan cara yang buruk kecenderungannya akan ditolak, karena naluri manusia selalu menolak untuk digurui dan dinasehati secara langsung. Digurui dan dinasehati terasa berat, karena secara rasa orang yang dinasehati berposisi layaknya _kawula_ dihadapan penasihat  _gusti_. Maka tembang, lagu merupakan salah satu metode menasehati orang dengan cara _soft._ 


Tembang meresap ke dalam hati karena tidak menggurui. Ia terngiang dalam ingatan karena aura keindahannya. Syair, irama dan nada merupakan keindahan bunyi dan makna yang sering tanpa disadari meresap dalam lubuk hati manusia. Entah menggungah semangat atau justru membuat mata berlinang, setelah mendengarnya. 


Banyak orang tergugah hatinya selepas mendengar lagu. Banyak pula mereka bertaubat karena resapan alunan tembang yang menyadarkan. Tembang sebagai metode _tabligh_ tak lekan oleh panas zaman. Sejak zaman arab barbar hingga era digital _sumebar_ tembang merupakan metode penyampai yang dirasa paling ampuh meraih hati. Bahkan akhir-akhir ini tembang dinyatakan sebagai metode hafalan tanpa menghafal. Anda cukup sering melagukan bait nadzam _aqidatul awwam_ tanpa terasa anda tiba-tiba menghafal syair itu. Yang kita lakukan hanyalah nembang, tapi hadiahnya adalah hafal lirik, syiir, dan sajak.

 

Dulu Walisongo menitipkan pesan agama melalui tembang anak-anak. Misalnya intisari hadis Nabi tentang setiap manusia merupakan pemimpin bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, yang pasti manusia akan mempertanggungjawabkan mengenai kepemimpinannya itu. Digubahlah tembang _”Gundul-gundul Pacul Gembelengan”_


_Gundul gundul pacul cul gelelengan_

_Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan_

_Wakul ngglimpang segane dadi sak rattan_

_Wakul ngglimpang segane dadi sak rattan_


Dalam tembang itu digambarkan bagaimana setiap manusia mempunyai “Wakul Tanggungjawab”. Tanggungjawab itu harus benar-benar ditunaikan dan dijaga. Kalau teledor tentu amanah wakul itu akan _glimpang_  sehingga tanggungjawab tidak hasil maksud, tapi malah tumpah ruah yang menikmati justru yang tidak berhak. Dalam lirik tembang itu disebut sebagai _”Wakul glimpang segane dadi sak latar.


Bagi saya tembang merupakan music. Karena music itu komposisi bunyi, irama, dan nada yang diaransir. Bahkan alam ini mustahil kalau tak musical.


Pekalongan, 8 September 2021

AHSA